Cara Membuat Cocokpeat :
Featured 1
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Batja Seoetoehnja...
Featured 2
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore..
Featured 4
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...
Featured 4
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...
Featured 5
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...
Cara Mengolah Cocopeat/Serbuk Buah Kelapa
Cara Membuat Cocokpeat :
Cara Membuat Pakan Lele Organik
I-Ternak - Cara Membuat Pakan Ikan
Lele Organik adalah sebuah cara yang dapat
ditempuh ketika harga pakan non organik
melambung sangat tinggi yang menjadikan
biaya produksi menjadi naik beberapa kali
lipat yang dapat mengurangi keuntungan pada
saat panen.
Perlu diketahui bahwa ikan lele organik
mempunyai beberapa kelebihan dibanding
dengan non organik dilihat dari beberapa segi
antara lain penghematan biaya produksi, rasa,
dan manfaatnya untuk kesehatan.
Pakan ikan lele organik berasal dari limbah
kotoran sapi sehingga harga pembuatannya
akan menjadi lebih murah dibanding dengan
pakan lele non organik.
1. Limbah kotoran sapi menjadi bermanfaat
2. Air kolam tidak berbau busuk
3. Hemat biaya pemeliharaan
4. Tidak perlu mengganti air kolam
5. Ikan lele organik mempunyai rasa yang
lebih gurih
6. Bobot ikan lebih berat per ekornya
7. Lebih aman dari segi kesehatan manusia
8. Nilai gizi lebih tinggi dan kolesterol lebih
rendah
9. Air bekas lele organik dapat dijadikan
sebagai pupuk tanaman
10. Dapat menolong peternak sapi
1. Kumpulkan kotoran sapi yang yang masih
segar/baru dan masukkan ke dalam kolam
khusus yang terpisah dari lele
2. Campurkan larutan fermentor EM4 dan
tetes tebu/gula dengan perbandingan 1
liter fermentor 2 liter tetes tebu/gula dan
10 liter air sampai merata.
3. Dalam waktu 7-10 hari akan tumbuh
plankton-plakton yang akan menjadi pakan
utama lele.
4. Cara memberi makan lele cukup ambil
beberapa ember dari kolam yang berisi
plankton tadi di masukkan kedalam kolam
yang berisi lele dan dalam waktu kurang
lebih 2 bulan lele bisa di panen.
Alasan kotoran sapi digunakan untuk membuat
pakan ikan lele karena paling cepat di uraikan
dan menghasilkan makhluk organisme berupa
plankton sebagai pakan utama lele. Dan
kelebihan lele organik di banding non organik
adalah lele lebih keset, ukuran lele sama
dengan non organik tapi lebih berbobot/berat,
rasa lebih gurih dan tentunya tidak
mengandung zat kimia dan lebih bergizi.
Sumber : http://i-ternak.blogspot.com/2012/11/cara-membuat-pakan-ikan-lele-organik.html?m=1
Membuat Starter Probiotik
Starter ini berfungsi untuk memulai segala
aktifitas dalam fermentasi probiotik, hal ini
mempunyai kemampuan mengekstrak bahan
bahan lain. Meningkatkan kandungan bahan
pakan, membuat herbal dan masih banyak lagi,
adapun cara nya sebagai berikut
Cara pertama :
Cara membuat probiotik starter secara
sederhana :
50g molase
100 cc fresh milk
50g jus kedelai
1 liter air
rebus adukan diatas selama 15-30 menit ,
terus di dinginkan, campur dengan biang
bakteri yoghurt atau kefir atau dadih. di taro 2
hari di dalam drum atau ember, pake alat
oxygen pompa buat aquarium
Cara kedua :
cara pembuatan dan bahan-bahan Starter
Probiotik sebagai berikut :
Bahan-bahan yang di gunakan untuk
pembuatan 100 liter:
1. Jahe Merah 3 kg
2. Kunyit Putih 5 k
3. Gula Merah 5 kg
4. Temu Lawak 5 kg
5. Markisa/Nanas 3 kg
6. Dedak Halus 2 kg
7. Susu Segar 5 liter
8. Tetes 5 liter
Rempah – rempah (jahe merah, kunyit putih,
temulawak) di cuci dan di potong-potong, lalu
dihaluskan dengan diskmill, kemudian rempah-
rempah yang sudah di haluskan ditambah
dengan gula merah, dedak, tetes dimasak
hingga mencapai suhu 100 0 c. Buah Markisa /
Belimbing / Nanas di haluskan dengan blender,
lalu di panaskan bersama susu pada suhu 60
0c. Pemanasan dengan suhu dibawah 100 0c
bertujuan untuk menjaga agar vitamin c yang
ada tidak rusak, kemudian seluruh bahan yang
sudah di masak dicampur dan dimasukan
kedalam satu wadah pada kondisi masi panas,
dan dibiarkan sampai dingin dalam keadaan
tertutup rapat (maksimum 48 jam) yang
bertujuan untuk menjaga kesterilan, agar tidak
terkontaminasi dengan bakteri lain. Setelah
dingin dapat kita masukan bakteri starter
Probiotik sebanyak 2 liter kemudian ditutup
rapat kembali dan dipermentasikan selama satu
bulan untuk siap pakai/gunakan pada
pembuatan permentasi pakan . Probiotik itu
sendiri adalah makanan tambahan (suplemen)
Sumber : http://sukajayafarm.wordpress.com/2013/04/24/membuat-starter-probiotik/
Membuat Pupuk Organik Granul
Pupuk organik bisa dibuat dalam bermacam-
macam bentuk. Pemilihan bentuk ini
tergantung pada penggunaan, biaya, dan
aspek-aspek pemasaran lainnya. Salah satu
bentuk yang banyak dipakai adalah granul.
Membuat pupuk granul sebenarnya tidak
terlalu sulit. Secara garis besar pupuk granul
dapat dibuat dengan cara seperti di bawah
ini.
Bahan yang diperlukan dalam pembuatan
kompos granul:
1. Pupuk kompos
2. Kotoran ternak yang telah kering
3. Dolomit
a. Dicium/dibaui
Kompos yang sudah matang berbau
seperti tanah dan harum, meskipun
kompos dari sampah kota. Apabila
kompos tercium bau yang tidak
sedap, berarti terjadi fermentasi
anaerobik dan menghasilkan
senyawasenyawa berbau yang
mungkin berbahaya bagi tanaman.
Apabila kompos masih berbau seperti
bahan mentahnya berarti kompos
masih belum matang.
b. Kekerasan Bahan
Kompos yang telah matang akan
terasa lunak ketika dihancurkan.
Bentuk kompos mungkin masih
menyerupai bahan asalnya, tetapi
ketika diremasremas akan mudah
hancur.
c. Warna kompos
Warna kompos yang sudah matang
adalah coklat kehitamhitaman.
Apabila kompos masih berwarna hijau
atau warnanya mirip dengan bahan
mentahnya berarti kompos tersebut
belum matang. Selama proses
pengomposan pada permukaan
kompos seringkali juga terlihat
miselium jamur yang berwarna putih.
d. Penyusutan
Terjadi penyusutan volume/bobot
kompos seiring dengan kematangan
kompos. Besarnya penyusutan
tergantung pada karakteristik bahan
mentah dan tingkat kematangan
kompos. Penyusutan berkisar antara
20 – 40 %. Apabila penyusutannya
masih kecil/sedikit, kemungkinan
proses pengomposan belum selesai
dan kompos belum matang.
e. Suhu
Suhu kompos yang sudah matang
mendekati dengan suhu awal
pengomposan. Suhu kompos yang
masih tinggi, atau di atas 45 oC,
berarti proses pengomposan masih
berlangsung aktif dan kompos belum
cukup matang.
f. Tes perkecambahan
Contoh kompos letakkan di dalam bak
kecil atau beberapa pot kecil.
Letakkan beberapa benih (3 – 4
benih). Jumlah benih harus sama.
Pada saat yang bersamaan
kecambahkan juga beberapa benih di
atas kapas basah yang diletakkan di
dalam baki dan ditutup dengan kaca/
plastik bening. Benih akan
berkecambah dalam beberapa hari.
Pada hari ke2 atau ke3 hitung benih
yang berkecambah. Bandingkan
jumlah kecambah yang tumbuh di
dalam kompos dan di atas kapas
basah. Kompos yang matang dan
stabil ditunjukkan oleh banyaknya
benih yang berkecambah.
Persiapan bahan baku dilakukan sendiri-
sendiri. Jadi jika bahan baku terdiri dari
tiga bahan, maka proses ini juga terbagi
menjadi tiga bagian. Bahan untuk
membuat pupuk organik granul harus
dalam bentuk tepung. Sebagian bahan
baku bisa diperoleh atau dibeli dalam
bentuk tepung, seperti: kaptan, zeolit,
dolomit, atau fosfat alam. Sebagian bahan
kemungkinan diperoleh dalam bentuk
bongkahan ukuran yang besar. Bahan-
bahan ini harus diolah terlebih dahulu
hingga berbentuk tepung. Proses
persiapan bahan baku terdiri dari tiga
tahap, yaitu: pengeringan, penghalusan,
dan pengayakan.
Penghalusan bisa dilakukan secara manual
atau dengan menggunakan mesin.
Penghalusan secara manual misalnya
dengan cara ditumbuk. Penghalusan
dengan mesin menggunakan mesin cacah
khusus. Penggunaan mesin menghasilkan
kompos yang lebih halus dengan kapasitas
yang lebih besar daripada cara manual.
Untuk mendapatkan ukuran tepung yang
seragam, kompos yang telah dihaluskan
diayak. Pengayakan menggunakan ayakan
(screen ) halus. Pengayakan bisa dilakukan
secara manual atau menggunakan mesin
ayak. Yang perlu diperhatikan adalah
mesin ayakan harus tertutup atau
dilengkapi dengan penyedot debu, karena
tepung bisa terbang ke mana-mana.
Bahan yang tidak lolos ayakan
dikembalikan ke mesin penghalus/
pencacah untuk dihaluskan kembali. Jika
bahan perlu bahan tersebut dikeringkan
lagi agar mudah ditepungkan. Bahanbahan
yang sudah tidak bisa dihaluskan bisa
dijadikan pupuk organik curah. Jadi tidak
ada bahan yang terbuang.
Semua bahan sesuai dengan resepnya
dicampur menjadi satu. Pencampuran
harus dilakukan baik agar semua bahan
tercampur merata. Dalam skala kecil
pencampuran dapat dilakan secara
manual dengan menggunakan tenaga
manusia dan sekop. Dalam skala besar
pencampuran dilakukan dengan
menggunakan mixer (mesin pencampur).
Apabila perekatnya berbentuk tepung,
penambahan perekat dilakukan pada
proses ini.
Semua bahan yang telah tercampur
selanjutnya dibuat granul dengan
menggunakan pan granulator. Perekat
(jika dalam bentuk cair) ditambahkan
secara perlahan-lahan hingga terbentuk
granul.
Granul yang baru keluar dari pan
granulator biasanya masih basah. Granul
ini perlu dikeringkan hingga kadar air
kurang lebih 10-15%. Pengeringan granul
bisa dengan cara dijemur di bawah sinar
matahari atau dengan menggunaka mesin
pengering.
Meskipun dilakukan dengan sebaik-
baiknya, umumnya granul tidak benar-
benar seragam. Ukuran granul bervariasi
dari yang terkecil hingga besar. Ukuran
granul yang biasa diinginkan antara 3 – 5
mm. Memisahkan ukuran granul dilakukan
dengan cara pengayakan. Granul yang
berukuran kecil digunakan kembali dalam
proses granulasi, sedangkan granul yang
berukuran besar dihaluskan dan
digunakan sebagai bahan baku kembali.
Granul yang reject atau pecah-pecah juga
dapat dijual sebagai pupuk organik curah.
Jadi sekali lagi tidak ada bahan yang
dibuang.
Sumber : http://ismoyoenny.blogspot.com/2012/11/pembuatan-pupuk-organik-granul.html?m=1
Hebatnya MOL Daun Pisang
Hebatnya Mol Daun Pisang - Salam tani ternak
budidaya !! Selamat siang bagaimana kabar
anda para Petani Idonesia ? semoga selalu
sehat dan selalu semangat. Masih melanjutkan
topik yang kemarin tentang MOL
(mikroorganisme lokal) kali ini admin blog
ini akan menginformasikan tentang MOL
bonggol pisang. Meskipun kelihatannya
bonggol pisang sangat sepele namun
sebetulnya jika difungsikan dapat luar biasa.
MOL bonggol bisang ini sebetulnya para
pembaca yang mau tahu lebih jauh tentang
MOL tersebut. Sebetulnya yang dapat dibuat
mol bukan hanya bonggol pisang saja namun
batangnyapun dapat dipakai buat MOL, namun
jika MOL batang pisang gunanya tidak sehebat
bonggol pisang. Dalam mol batang pisang
lebih banyak mengandung unsur hara P atau
phospat sehingga banyak digunakan sebagai
penambah nutrisi tanaman.
Jika begitu apa kandungan MOL bonggol
pisang ?
Menurut beberapa literatur yang maspary
baca dalam MOL bonggol pisang mengandung
Zat Pengatur Tumbuh Giberellin dan Sitokinin.
Selain itu dalam mol bonggol pisang tersebut
juga mengandung 7 mikroorganisme yang
sangat berguna bagi tanaman yaitu :
Azospirillium, Azotobacter, Bacillus,
Aeromonas, Aspergillus, mikroba pelarut
phospat dan mikroba selulotik. Tidak hanya
itu MOL bonggol pisang juga tetap bisa
digunakan untuk dekomposer atau
mempercepat proses pengomposan. Hebat
bukan ?
* Bahan pembuatan MOL bonggol pisang :
- 1 kg bonggol pisang
- 2 ons gula merah
- 2 liter air beras.
* Cara membuat MOL bonggol pisang :
- Bonggol pisang dipotong-potong kecil lalu
ditumbuk-tumbuk
- Iris - iris gula merah lalu masukkan dalam
air cucian beras dan aduk-aduk sampai larut
- Campurkan air cucian beras yang sudah ada
gulanya ke dalam bonggol pisang.
- Masukkan dalam jerigen dan tutup rapat,
setiap 2 hari atau jika menggelembung buka
tutupnya.
- Dari pengalaman maspary setelah 15 hari
biasanya siap digunakan.
- Sekali lagi maspary mengajak rekan-rekan
Petani Indonesia untuk selalu memanfaatkan
bahan-bahan yang ada disekitar lingkungan
kita. Terutama bagi rekan-rekan Gerbang
Pertanian yang ingin menghemat usaha
taninya, atau rekan-rekan maspary yang
“maaf” tidak mempunyai banyak dana untuk
usahataninya. Coba kalau kita praktekkan dan
kita terapkan resep-resep MOL yang maspary
berikan beberapa waktu yang lalu, pasti bisa
sangat mengurangi biaya usaha kita. Paling
tidak bisa mengurangi biaya pembelian pupuk
kimia maupun pupuk organik cair ( POC).
Semoga resep sederhana tentang MOL bonggol
pisang tersebut dapat berguna buat Petani
Indonesia
Semoga bermanfaat.
Sumber : http://taniternakbudidaya.blogspot.com/2012/11/hebatnya-mol-daun-pisang.html?m=1
Starter Kompos dari Mikroorganisme Lokal
- Buah pisang, buah nanas, bawang merah, tempe
- Gula pasir / tetes tebu
- Air matang yang sudah dingin
- Terpal
- Botol air mineral 1,5 liter + tutup sebanyak 4 buah
- Pisau
- Sendok teh
- Sendok makan
- Gembor 10 literan
- Buah pisang diiris tipis
- Irisan buah pisang dimasukkan ke dalam botol mineral 1/2 – 2/3 bagian
- Tambahkan air matang sampai hampir penuh
- Tambahkan gula pasir / tetes tebu 3-5 sendok teh
- Tutup rapat dan simpan selama 24 jam
- Setelah 24 jam, buka tutup botol, apabila keluar gas berarti mikroorganisme sudah tumbuh dan aktif
- Botol ditutup agak longgar, lalu diperam selama 5 – 7 hari
- Siap untuk diaplikasikan.
- Lakukan hal yang sama untuk bahan lain ( 1 botol untuk 1 jenis bahan ).
- Keempat botol dituangkan ke dalam ember
- Tambahkan air bersih 15 – 20 liter, tambahkan gula pasir / tetes 10 sendok makan kemudian diaduk sampai rata
- Bahan organik disusun setebal 20 cm, siram dengan larutan starter
- Buat lapisan kedua dengan ketebalan 20 cm, siram dengan larutan starter
- Buat lapisan ke-3, ke-4, dan ke-5 seperti langkah di atas
- Tutup dengan terpal
- Hari ke-7 terpal dibuka, kemudian kompos diaduk, kemudian sore ditutup lagi
- Hari ke-14 terpal dibuka, kemudian kompos diaduk, kemudian sore ditutup lagi
- Hari ke-21 terpal dibuka, kemudian kompos diaduk, kemudian sore ditutup lagi
- Hari ke-28 kompos dibuka, diadul, diangin-anginkan, siap digunakan sebagai pupuk organik
- Selamat mencoba...
Sumber : ...Sorot Disini...
Mengenal Pupuk Tunggal dan Cara Pembuatannya
- Daun-daun hijau 5 kg
- Bio-starter 0,25 liter
- Wadah/ember 1 buah
- Air 5 liter
- Gilingan daging
- Drum air 1 buah
- Plastik
- Tali plastik
- Batang kayu
- Daun-daunan sebanyak 5 kg digiling halus
- Kemudian tempatkan dalam wadah/ember yang telah berisi air selanjutnya masukan Bio-starter 0,25 liter
- Kemudian tutup rapat dan di simpan dalam tanah. biarkan selama 7 hingga 14 hari
- Apabila 7 sampai 14 hari terjadi perubahan warna air kehijau-hijauan dan berbau menyengat serta terlihat kental airnya, maka bahan tersebut telah siap digunakan.
- Disebar (surface applications) : mobilitas fosfor dalam tanah terbatas, fosfor akan bergerak ke akar dengan sangat lambat.
- Disebar dan dibenamkan (broadcast and incorporate) : fosfor diberikan pada zona perakaran, fosfor terbuka penuh terhadap permukaan tanah, potensi penyematan fosfor maksimal.
- Larikan (band placement) : mengurangi kontak tanah dengan pupuk, penyematan lebih sedikit dibanding jika di sebar dan di benamkan, akar akan menembus zona fosfor.
- Cara aplikasi terbaik : tergantung hasil uji tanah dan jenis tanah, larikan sangat penting pada tanah yang memiliki fosfor rendah dengan kapasitas penyematan yang tinggi, pada tanah yang memiliki fosfor tinggi atau tanah dengan kapasitas penyematan rendah aplikasi dengan cara di sebarkan dan di benamkan setiap 3-4 tahun cukup efektif.
- Batang pisang yang masih segar.
- Air 5 liter
- Plastik
- Ember 1 buah
- Batang kayu
- Tali plastik
- Batang pohon pisang di potong-potong, dengan ukuran kurang lebih 3-5 cm.
- Masukkan potongan batang pisang tersebut kedalam wadah yang telah berisi air.
- Selanjutnya tutup rapat wadah tersebut dan biarkan selama 7-14 hari.
- Apabila setelah 14 hari, kondisi air berwarna kecoklatan dan berbau menyengat busuk pisang, maka bahan tersebut telah siap di pergunakan.
- Jerami 1 kg
- Daun bambu 0,25 kg
- Sabut kelapa 5 kg
- Tali plastik
- Air 5 liter
- Plastik
- Ember
- Semua bahan dirajang, kecuali sabut kelapa.
- Kemudian masukkan bahan-bahan tersebut kedalam wadah yang telah berisi air.
- Selanjutnya tutup rapat wadah tersebut dan biarkan selama 7-14 hari.
- Apabila setelah 7-14 hari kondisi air berwarna kehitaman dan berbau menyengat busuk, maka bahan tersebut telah siap dipergunakan.
Membuat Pakan Bebek Lebih Efektif, dengan Ragi Tape Jerami : Solusi Ekonomis dan Cerdas
![]() |
| harga 25 ribu/botol. Ada harga spesial. |
Ada yang baru nieh, beberapa minggu yang lalu (Juni 2012) seorang rekan lain menjelaskan tentang perbandingan bobot itik yang diberi pakan fermentasi semacam ini dengan yang tanpa perlakuan. Hasilnya, bobot itik siap jual bisa mencapai 1500 gram rata-rata. Hal ini dengan memperhatikan pula proporsionalnya ransum pakan, sebagai berikut :
- Bakteri Acetobacter yang mampu menghasilkan senyawa selulosa dengan derajat kemurnian yang tinggi.
- Jamur Rhizopus yang memproduksi enzim phytase yang mencerna phytates, sehingga meningkatkan penyerapan mineral seperti zinc, besi, dan kalsium. Proses fermentasi juga mengurangi oligosakarida yang membuat pakan susah dicerna.Tekstur yang dimiliki pakan lebih lunak karena enzim yang dihasilkan jamur rhizopus selama proses fermentasi meninbulkan perubahan pada protein, lemak, dan karbohidrat. Enzim yang dihasilkan jamur ini `ntara lain lipase, protease dan amilase yang dalam organ pencernaan unggas berfungsi mencernakan lemak, protein dan pati.Jamur Rhizopus memproduksi zat antibiotika alami untuk melawan sejumlah organisme merugikan.
- Aspergillus niger yang sejenis jamur yang bersifat fakultatif, dapat berkembang dalam kondisi aerob maupun anaerob. Oleh karena itu, penggunaan mikroba ini untuk fermentasi akan lebih praktis, karena proses fermentasi tidak mesti tertutup rapat. Jamur ini menghasilkan asam sitrat. Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang merupakan senyawa untuk bahan pengawet yang baik dan alami.
- Enceng Gondok, bahan ini bisa dicacah sesuai dengan ukuran mulut itik/bebek. Lalu diikutkan dalam pakan fermentasi.
- Azolla, bahan ini bisa harus dipastikan kandungan airnya sudah kering. Lalu bisa diikutkan dalam pakan fermentasi.
- Ampas tahu, bahan ini juga harus dipastikan kandungan airnya sudah kering. Lalu bisa diikutkan dalam pakan fermentasi.
Cara Membuat Roti Burger yang Empuk dan Lembut
Bahan untuk Pembuatan Roti Burger
Beberapa bahan untuk Pembuatan Roti Burger yang Empuk dan Lembut :
- Tepung roti protein tinggi, 500 gr
- Tepung terigu protein sedang, 500 gr
- Gula pasir, 200 gr
- Garam, 14 gr
- Baker bonus, 6 gr
- Ragi instan, 21 gr
- Susu bubuk, 50 gr
- Telur ayam, 2 butir
- Air, 500 mili liter
- Shortening / mentega putih, 180 gr
- Susu evaporated, secukupnya, untuk olesan
- Wijen putih, 5 sdm untuk taburan atas roti burger
Berikut ini adalah urutan Cara Membuat Roti Burger :
- Larutkan garam dengan air, lalu sisihkan.
- Campurkan semua bahan kecuali air garam, telur, margarin, susu evaporated dan wijen. Aduk hingga rata.
- Tuangkan telur di tengah campuran adonan kering, tuang air perlahan sambil di uleni sampai adonan setengah kalis.
- Tambahkan margarin, uleni kembali sampai adonan kalis. Bagi adonan menjadi 32 buah, bulatkan. Tutup adonan menggunakan plastik, istirahatkan selama 30 menit.
- Kempiskan adonan, bentuk bulat.
Atur dalam loyang yang telah di olesi margarin, istirahatkan kembali selama sekitar 30 – 45 menit. - Olesi pada bagian atas roti menggunakan susu evaporated, taburi menggunakan wijen.
- Panggang didalam oven bersuhu 180″ celcius sekitar 20 menit ( hingga matang mengembang).
Sumber : ...Sorot Disini...
Membuat Pakan Lele dari Kotoran Sapi
Paduan sukses budidaya lele organik – Ikan lele organik mempunyai beberpa kelebihan dari lele non organic. Terutama dari segi penghematan biaya pakan, rasa , dan manfaatnya untuk kesehatan.
Budidaya ikan lele sudah ada dimana-mana karena memang banyak sekali peminatnya, namun tidak sedikit yang gulung tikar sebab harga pakan lele terus melambung. Harga pakan lele yang mahal tak sebanding dengan hasil panen dan jerih payahnya.
Akan tetapi bagi peternak lele organik, mahalnya harga pakan tidak jadi soal. Sebab memang mereka tidak menggunakan pakan yang mahal itu, tapi membuat pakan sendiri dari kotoran sapi. Oleh karena itu banyak sekali yang bertanya tentang Cara budidaya lele organik.
Budidaya lele dengan pakan organik dari kotoran sapi banyak sekali manfaatnya. Diantaranya adalah :
- Kandang sapi menjadi lebih bersih.
- Hemat biaya perawatan.
- Air kolam tidak berbau busuk.
- Tidak perlu mengganti air kolam.
- Lele organik mempunyai rasa yang lebih gurih.
- Memberi pendapatan tersendiri bagi peternak sapi disekitar.
- Bobot ikan lele lebih berat dan harga jualnya lebih tinggi.
- Lebih aman untuk kesehatan.
- Nilai gizinya lebih tinggi dan kolesterolnya lebih rendah.
- Air bekas budidaya lele organik sangat baik untuk memupuk tanaman.
- Dan masih banyak lagi.
Perbandingan
Bobot ikan lele organik juga lebih berat dari non organik. Satu kilo gram ikan lele non organik, umumnya isinya berjumlah 8 sampai 9 ekor. Sedangkan lele organik jumlah perkilo gramnya hanya 7 sampai 8 ekor.
Cara budidaya lele organik ada beberapa tahap :
- Tahap kesatu :
Penebaran benih kedalam koalam yang telah berisi air yang sudah dicampur dengan kotoran sapi yang sudah di komposing selama sebulan, kemudidan kotoran yang sudah di komposing tadi dimasukkan dalam karung goni yang tertutup rapat sebanyak tiga karung.
Kemudian tiga karung berisi kotoran sapi komposing tadi dimasukkan dalam air. - Tahap kedua :
Ketika benih lele berumur 2 minggu, lakukan penyeleksian untuk benih yang berumur 4-5 milimeter. Benih dipisahkan dalam kolam lain selama dua minggu hingga mencapai panjang 10 milimeter. Setelah dua minggu berikutnya dilakukan seleksi lele untuk ukuran 20 milimeter. - Tahap selanjutnya
yaitu pencampuran pupuk organik dari kotoran sapi tersebut secara langsung artunya tidak memakai karuyng namun pakan organik yang berupa cairan langsung disiramkan kedalam air di kolam hingga tingginya bertambah 20 centimeter. Pemberian kotoran sapi ini dalam proses budidaya lele organik adalah untuk mneghasilkan pakan organik berupa plankton dari kotoran sapi tersebut. - Tahap budidaya lele yang terakhir
adalah masa pemanenan lele organik. Lele organik siap dipanen pada minggu kedelapan. Cara pemanenan lele organik sama halnya dengan pemanenan lele biasa alias tidak ada perlakuan khusus.
Saya tahu, poin yang terahir ini yang paling anda tunggu bukan…he…he…he..Baiklah, cara membuat pakan lele organik sangat mudah sekali.
Kumpulkan limbah kotoran sapi ke dalam bak yang dicampur air beserta enzim bakteri silanace (sejenis obat untuk penguraian kotoran sapi bisa anda dapatkan di toko pertanian terdekat)untuk mempercepat proses penguraian kotoran sapi. Selang lima hari kemudian, dengan proses aerasi, kotoran sapi yang telah berbentuk cairan siap diberikan ke ikan lele dengan cara di siramkan.
Nah sangat mudah bukan..? Intinya anda harus punya kolam atau bak khusus untuk pembuatan pakan organik seperti keteranga diatas.Di coba saja dulu…anda pasti akan menemukan teori sendiri dari pengalaman anda. Jika anda tak punya sapi, anda bisa mendapatkannya dari para peternak sapi yang ada di sekitar anda.
Sumber : ...Sorot Disini...





